Sebuah
hadist dari Abu Hurairah melalui periwayatan Imam Bukhari dan Muslim. Nabi
Muhammad saw. bersabda, "Barang
siapa membelanjakan sebagian kekayaannya di jalan Allah Swt., ia akan dipanggil
dari pintu-pintu surga dan surga memiliki delapan buah pintu. Orang yang
mengerjakan shalat (secara teratur dan benar) akan dipanggil dari pintu shalat,
orang yang sering bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, orang yang
berjihad akan dipanggil dari pintu jihad dan orang yang sering berpuasa secara
teratur akan dipanggil dari pintu puasa."
Imam
AL-Qurthubi mengutip ucapan Qadhi Iyadh berujar, "Dalam hadits tadi yang
disebutkan oleh Muslim baru empat pintu saja. Selebihnya adalah pintu taubat,
pintu orang yang menahan amarah, pintu orang-orang yang ridha, dan pintu kanan
tempat orang yang masuk surga tanpa hisab."
Jika
saya berfikir seperti the looser, barangkali tidak ada satupun pintu surga
yang bisa saya masuki, karena sampai
detik ini saya hanya punya segunung dosa saja. Tapi karena masuk atau tidak
masuk surga adalah hak prerogatif Allah, saya memilih menjadi the winner,
mencoba berfikir positif, berusaha mendapat tiket untuk memasukinya.
Karena
saya ga ngerti banyak ilmu agama, saya hanya ingin sharing pengalaman. Jadi kalaupun
ada yang salah, itu semata-mata dari saya. Saya mencoba memaknai sebatas
pengetahuan yang saya punya saja.
Begini.
Pertama, shalat. Tahapannya penuhi dulu kewajiban shalat 5 waktu. Jangan pernah
sekalipun dengan sengaja meninggalkan shalat. Berikutnya lakukan shalat wajib
tersebut secara berjamaah di masjid. Lalu tambahi dengan shalat2 sunnah rawatib
& shalat sunnah yang lain yang anda sukai. Khusus untuk tahajjud dalam
hadist disebut bahwa nabi melakukan 8 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir.
Shalat Dhuha lakukan dengan melihat sikon. Jika memungkinkan lakukan 12 rakaat
misalnya pada hari libur. Lakukan dengan istiqomah.
Kedua,
sedekah. Mulailah dengan memenuhi kewajiban zakat. Anda sudah mengeluarkan
zakat penghasilan 2.5% setiap bulan? Jika belum lakukan. Berbahaya jika anda
tidak melakukannya. Jika 2.5% sudah terlewati, kemudian naikkan batasan itu
secara bertahap. Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa dan jangan
kaget jika semakin banyak anda berikan rejeki anda kepada orang lain, Allah
akan menggantinya dengan rejeki yang seperti air hujan tercurah. Sumpah.
Ketiga,
jihad. Anda bekerja sepenuh hati sebagai suami atau istri untuk mencari nafkah dan mendidik anak, itu
sudah merupakan jihad. Jangan lupa sebelum berangkat kerja atau melakukan kegiatan
rumah tangga di rumah selalu awali dengan basmallah dan banyak berdzikir dalam
hati ketika bekerja.
Keempat,
berpuasa. Mungkin ini pintu surga yang paling tidak bisa saya masuki. Saya
hanya berpuasa di bulan Rmadhan saja. Saya yakin diantara anda ada yang hobi
berpuasa dan akan berhasil masuk lewat pintu ini.
Kelima,
taubat. Nah ini penting buat saya. Saya ingin betul bertobat. Jika anda merasa
perlu melakukannya, seperti tulisan saya sebelumnya : pasang target, kapan anda
ingin berhenti dari melakukan kesalahan2.
Keenam,
menahan amarah. Obatnya puasa dan berdzikir. Orang yang rajin berdzikir tidak
punya waktu untuk marah-marah.
Ketujuh,
ridha. Banyak bersyukur, ikhlas dengan semua yang dikaruniakan Allah. Saya berpendapat
bahwa bersyukur bukan sekedar ucapan alhamdulillah saja. Jika ingin Allah
benar-benar menambah nikmat kepada anda, maknai syukur itu dengan lebih
bertaqwa. Lebih dekat padanya.
Kedelapan,
pintu tanpa hisab. Jika anda mati syahid misalnya, anda boleh masuk lewat pintu
ini.
Karena
kita sama-sama tidak tahu nantinya kita akan masuk surga lewat pintu mana,
rasanya yang terpenting adalah mulai saat ini, detik ini, kita harus terus
berusaha menjadi lebih baik dalam ibadah. Jika anda tidak melakukan apa-apa,
jangan kaget jika tiba-tiba besok mati dan terbangun sudah di akherat, mata
masih 'riyip-riyip', jalan tertatih, eh...
salah masuk pintu sebelah...pintu neraka. Audzubillah.
Banyuwangi,
13 Feb 2013. 20.43

No comments:
Post a Comment