Saturday, May 21, 2016

Spiritual Journey - Jangan Salah Masuk Pintu Sebelah



Sebuah hadist dari Abu Hurairah melalui periwayatan Imam Bukhari dan Muslim. Nabi Muhammad  saw. bersabda, "Barang siapa membelanjakan sebagian kekayaannya di jalan Allah Swt., ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga dan surga memiliki delapan buah pintu. Orang yang mengerjakan shalat (secara teratur dan benar) akan dipanggil dari pintu shalat, orang yang sering bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, orang yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad dan orang yang sering berpuasa secara teratur akan dipanggil dari pintu puasa."

Imam AL-Qurthubi mengutip ucapan Qadhi Iyadh berujar, "Dalam hadits tadi yang disebutkan oleh Muslim baru empat pintu saja. Selebihnya adalah pintu taubat, pintu orang yang menahan amarah, pintu orang-orang yang ridha, dan pintu kanan tempat orang yang masuk surga tanpa hisab."

Jika saya berfikir seperti the looser, barangkali tidak ada satupun pintu surga yang  bisa saya masuki, karena sampai detik ini saya hanya punya segunung dosa saja. Tapi karena masuk atau tidak masuk surga adalah hak prerogatif Allah, saya memilih menjadi the winner, mencoba berfikir positif, berusaha mendapat tiket untuk memasukinya.

Karena saya ga ngerti banyak ilmu agama, saya hanya ingin sharing pengalaman. Jadi kalaupun ada yang salah, itu semata-mata dari saya. Saya mencoba memaknai sebatas pengetahuan yang saya punya saja.

Begini. Pertama, shalat. Tahapannya penuhi dulu kewajiban shalat 5 waktu. Jangan pernah sekalipun dengan sengaja meninggalkan shalat. Berikutnya lakukan shalat wajib tersebut secara berjamaah di masjid. Lalu tambahi dengan shalat2 sunnah rawatib & shalat sunnah yang lain yang anda sukai. Khusus untuk tahajjud dalam hadist disebut bahwa nabi melakukan 8 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir. Shalat Dhuha lakukan dengan melihat sikon. Jika memungkinkan lakukan 12 rakaat misalnya pada hari libur. Lakukan dengan istiqomah. 

Kedua, sedekah. Mulailah dengan memenuhi kewajiban zakat. Anda sudah mengeluarkan zakat penghasilan 2.5% setiap bulan? Jika belum lakukan. Berbahaya jika anda tidak melakukannya. Jika 2.5% sudah terlewati, kemudian naikkan batasan itu secara bertahap. Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa dan jangan kaget jika semakin banyak anda berikan rejeki anda kepada orang lain, Allah akan menggantinya dengan rejeki yang seperti air hujan tercurah. Sumpah. 

Ketiga, jihad. Anda bekerja sepenuh hati sebagai suami atau istri  untuk mencari nafkah dan mendidik anak, itu sudah merupakan jihad. Jangan lupa sebelum berangkat kerja atau melakukan kegiatan rumah tangga di rumah selalu awali dengan basmallah dan banyak berdzikir dalam hati ketika bekerja.

Keempat, berpuasa. Mungkin ini pintu surga yang paling tidak bisa saya masuki. Saya hanya berpuasa di bulan Rmadhan saja. Saya yakin diantara anda ada yang hobi berpuasa dan akan berhasil masuk lewat pintu ini.

Kelima, taubat. Nah ini penting buat saya. Saya ingin betul bertobat. Jika anda merasa perlu melakukannya, seperti tulisan saya sebelumnya : pasang target, kapan anda ingin berhenti dari melakukan kesalahan2.

Keenam, menahan amarah. Obatnya puasa dan berdzikir. Orang yang rajin berdzikir tidak punya waktu untuk marah-marah.

Ketujuh, ridha. Banyak bersyukur, ikhlas dengan semua yang dikaruniakan Allah. Saya berpendapat bahwa bersyukur bukan sekedar ucapan alhamdulillah saja. Jika ingin Allah benar-benar menambah nikmat kepada anda, maknai syukur itu dengan lebih bertaqwa. Lebih dekat padanya. 

Kedelapan, pintu tanpa hisab. Jika anda mati syahid misalnya, anda boleh masuk lewat pintu ini. 

Karena kita sama-sama tidak tahu nantinya kita akan masuk surga lewat pintu mana, rasanya yang terpenting adalah mulai saat ini, detik ini, kita harus terus berusaha menjadi lebih baik dalam ibadah. Jika anda tidak melakukan apa-apa, jangan kaget jika tiba-tiba besok mati dan terbangun sudah di akherat, mata masih 'riyip-riyip', jalan tertatih, eh...  salah masuk pintu sebelah...pintu neraka. Audzubillah.

Banyuwangi, 13 Feb 2013. 20.43

No comments:

Post a Comment