Thursday, May 5, 2016

Spiritual Journey - Kelegaan Yang Bukan Kebetulan


Minggu, 25 Maret 2012


Ini adalah pengalaman pertama kali saya pergi menggunakan kereta api dari Malang ke Banyuwangi, semenjak saya bekerja di Banyuwangi 2 bulan sebelumnya. Turut serta dalam perjalanan ini anak pertama saya yang sedang libur, dia ingin jalan-jalan sekedar mengetahui situasi kota Banyuwangi.


Setelah perbaikan system di PT. Kereta Api Indonesia Tbk, proses pembelian ticket menjadi lebih teratur. Saya sudah membeli ticket semenjak seminggu sebelumnya. Saya membayangkan bahwa dengan perbaikan semacam ini kereta api bakal ramai diserbu penumpang. Apalagi harga ticketnya cukup murah. Untuk jarak sejauh 313 km dari Malang sampai Banyuwangi, untuk kelas Ekonomi,  penumpang hanya dikenakan Rp 18.500. Bandingkan jika menggunakan bus harus merogoh kocek Rp 48.000 dan jika menggunakan travel Rp 100.000 sekali jalan.


Benar saja, mulai dari Stasiun Kota Malang penumpang mulai hampir penuh. Setelah singgah di stasiun Lawang dan Bangil akhirnya kereta benar-benar penuh. Tapi suasana di kereta api ini masih cukup nyaman. Kalaupun ada yang kurang, yang paling terasa adalah tempat duduk yang terlalu tegak dan  jarak kaki dengan penumpang di hadapan kita terlalu dekat, sehingga terasa mudah lelah.


Tapi mengapa 2 tempat duduk di depan kami masih kosong? Awalnya saya berfikir bahwa penumpang yang bakal duduk di depan kami baru akan masuk pada stasiun berikutnya. Ternyata setelah kereta berjalan hampir 2 jam, tempat duduk ini masih juga kosong. Rasa penasaran  membuat saya berdiri memeriksa dan ternyata semua bangku benar-benar terisi.


Subhanallah, rupanya doa yang kami panjatkan mulai malam sebelumnya untuk kelancaran perjalanan kali ini dijawab lebih oleh Allah, tidak hanya dengan kelancaran dan keselamatan sepanjang perjalanan, tapi juga  dengan dikosongkannya tempat duduk di depan kami, sehingga kami leluasa mengambil tempat duduk satu-satu dan menyelonjorkan kaki.


Saya berbisik kepada anak saya “Nak, apakah kamu berfikir bahwa tempat duduk di depan kita ini ‘tidak sengaja kosong’? Ketahuilah tidak ada yang tidak sengaja di dunia ini. Allah menyegaja mengosongkan tempat duduk ini agar kita tidak kelelahan, karena Allah sayang sama kita”.


Pukul 23.00 kereta sampai di Banyuwangi. Kejadian ini adalah peristiwa kesekian yang memberi pelajaran kepada saya, bahwa betul ada yang mengatur semua ini. Semua hal yang terjadi bukan karena kebetulan semata. 

Thanks God.   

No comments:

Post a Comment