Minggu, 25
Maret 2012
Ini adalah
pengalaman pertama kali saya pergi menggunakan kereta api dari Malang ke
Banyuwangi, semenjak saya bekerja di Banyuwangi 2 bulan sebelumnya. Turut serta dalam perjalanan ini anak pertama saya yang sedang libur, dia ingin
jalan-jalan sekedar mengetahui situasi kota Banyuwangi.
Setelah
perbaikan system di PT. Kereta Api Indonesia Tbk, proses pembelian ticket menjadi
lebih teratur. Saya sudah membeli ticket semenjak seminggu sebelumnya. Saya
membayangkan bahwa dengan perbaikan semacam ini kereta api bakal ramai diserbu
penumpang. Apalagi harga ticketnya cukup murah. Untuk jarak sejauh 313 km dari
Malang sampai Banyuwangi, untuk kelas Ekonomi, penumpang hanya dikenakan
Rp 18.500. Bandingkan jika menggunakan bus harus merogoh kocek Rp 48.000 dan
jika menggunakan travel Rp 100.000 sekali jalan.
Benar saja,
mulai dari Stasiun Kota Malang penumpang mulai hampir penuh. Setelah singgah di
stasiun Lawang dan Bangil akhirnya kereta benar-benar penuh. Tapi suasana di
kereta api ini masih cukup nyaman. Kalaupun ada yang kurang, yang paling terasa
adalah tempat duduk yang terlalu tegak dan jarak kaki dengan penumpang di
hadapan kita terlalu dekat, sehingga terasa mudah lelah.
Tapi mengapa
2 tempat duduk di depan kami masih kosong? Awalnya saya berfikir bahwa
penumpang yang bakal duduk di depan kami baru akan masuk pada stasiun
berikutnya. Ternyata setelah kereta berjalan hampir 2 jam, tempat duduk ini
masih juga kosong. Rasa penasaran membuat saya berdiri memeriksa dan
ternyata semua bangku benar-benar terisi.
Subhanallah,
rupanya doa yang kami panjatkan mulai malam sebelumnya untuk kelancaran
perjalanan kali ini dijawab lebih oleh Allah, tidak hanya dengan kelancaran dan
keselamatan sepanjang perjalanan, tapi juga dengan dikosongkannya tempat
duduk di depan kami, sehingga kami leluasa mengambil tempat duduk satu-satu dan
menyelonjorkan kaki.
Saya
berbisik kepada anak saya “Nak, apakah kamu berfikir bahwa tempat duduk di
depan kita ini ‘tidak sengaja kosong’? Ketahuilah tidak ada yang tidak sengaja
di dunia ini. Allah menyegaja mengosongkan tempat duduk ini agar kita tidak
kelelahan, karena Allah sayang sama kita”.
Pukul 23.00
kereta sampai di Banyuwangi. Kejadian ini adalah peristiwa kesekian yang
memberi pelajaran kepada saya, bahwa betul ada yang mengatur semua ini. Semua
hal yang terjadi bukan karena kebetulan semata.
Thanks God.
No comments:
Post a Comment