Hujan hari ke 3 musim ini. Allah telah mengirimkan air
yang menyuburkan bumi. 1 pohon mangga Arum Manis dan 2 pohon mangga Manalagi di
rumah dinas kami berbuah lebat, jauh lebih banyak dari tahun lalu. Memberi
kesempatan kepada kami untuk berbagi dengan mereka yang pengin mencicipi.
Luar
biasanya, tidak hanya buah mangga saja yang akhirnya bisa kami bagi, tapi juga
uang. Uang? Ya uang! Anda pasti mengira
bahwa kami menjual buah mangga ini dan membagi uang hasil penjualan mangga tersebut.
Bukan, bukan itu.
Sebiji buah mangga Arum Manis beratnya bisa lebih dari 0,6 Kg. Pohon di depan rumah dinas ini usianya sudah lebih dari 40 tahun, cukup tinggi untuk menghajar genting rumah. Sudah 2 kali saya harus mengambil tukang untuk mengganti genting yang pecah. Tapi kabar baiknya, pagi ini saya harus memanggil dia lagi dan kali ini dia harus mengganti 6 buah genting sekaligus. Kami harus berbagi rejeki dengan membayar ongkos tukang.
Ketika hujan turun untuk pertama kalinya beberapa hari yang lalu, keesokan paginya saya mendapati tanaman jagung di ladang depan rumah tampak menjadi demikian subur. Sempat saya melihat si penggarap pagi-pagi sekali sudah berada di sana, tidak seperti hari biasanya (agak siang). Namun hari berikutnya ratusan pohon tanaman cabenya yang juga sedang berbuah lebat mendadak layu dan mati. Daunnya keriting berwarna kecoklatan mungkin karena terlalu asamnya kadar air hujan yang turun pertama kali tersebut. Saya tidak tahu bagaimana perasaan dan sikap si penggarap ladang terhadap keadaan ini.
Allah Maha Adil. Dialah yang memberi dan menarik rejeki. Jangan lupa bersyukur dan berbagi ketika anda menerima rejeki. Namun jangan kaget dan mengumpat jika suatu ketika Dia menarik sebagian dari rejeki yang sudah diberikanNya. Santai saja, anda tidak akan mati ketika sebagian dari rejeki itu harus pergi.
Banyuwangi, 13 November 2013. 06.00 wib.
Sebiji buah mangga Arum Manis beratnya bisa lebih dari 0,6 Kg. Pohon di depan rumah dinas ini usianya sudah lebih dari 40 tahun, cukup tinggi untuk menghajar genting rumah. Sudah 2 kali saya harus mengambil tukang untuk mengganti genting yang pecah. Tapi kabar baiknya, pagi ini saya harus memanggil dia lagi dan kali ini dia harus mengganti 6 buah genting sekaligus. Kami harus berbagi rejeki dengan membayar ongkos tukang.
Ketika hujan turun untuk pertama kalinya beberapa hari yang lalu, keesokan paginya saya mendapati tanaman jagung di ladang depan rumah tampak menjadi demikian subur. Sempat saya melihat si penggarap pagi-pagi sekali sudah berada di sana, tidak seperti hari biasanya (agak siang). Namun hari berikutnya ratusan pohon tanaman cabenya yang juga sedang berbuah lebat mendadak layu dan mati. Daunnya keriting berwarna kecoklatan mungkin karena terlalu asamnya kadar air hujan yang turun pertama kali tersebut. Saya tidak tahu bagaimana perasaan dan sikap si penggarap ladang terhadap keadaan ini.
Allah Maha Adil. Dialah yang memberi dan menarik rejeki. Jangan lupa bersyukur dan berbagi ketika anda menerima rejeki. Namun jangan kaget dan mengumpat jika suatu ketika Dia menarik sebagian dari rejeki yang sudah diberikanNya. Santai saja, anda tidak akan mati ketika sebagian dari rejeki itu harus pergi.
Banyuwangi, 13 November 2013. 06.00 wib.

No comments:
Post a Comment