Tuesday, May 24, 2016

Spiritual Journey - Hidayah



Namanya Sara Bokker. Dulunya seorang model di Amerika yang kini menjadi muslimah. Saya selalu tertarik mendengar kisah dari orang-orang yang mendapatkan hidayah seperti dia. Biasanya saya meminta diceritakan bagaimana proses sampai hidayah itu akhirnya didapatkan. 

Disamping mendengar cerita langsung dari sumbernya, beberapa minggu yang lalu saya juga sempat menyimak cerita orang-orang yang mendapat hidayah, terutama dari orang-orang di luar negeri yang diunggah di youtube. Lucunya, pulsa modem Rp 100.000,- yang saya beli habis dalam waktu hanya 3 hari karena saya geber terus menerus pagi sampai malam di hari Sabtu Minggu karena keasyikan mendengar kisah tentang perolehan hidayah ini.


Memang menjadi hak Allah untuk memberi hidayah dan membiarkan hambanya yang lain dalam kesesatan. Namun sejauh yang saya pelajari dan ketahui, ada kesamaan dalam proses sebelum hidayah itu datang kepada seseorang. Apa itu? Itu adalah kemauan dari yang bersangkutan. Ada proses aktif dari seseorang, mulai dari bertanya dalam hati, mencoba mempelajari dan memohon diberi petunjuk. 


Rumus ini berlaku juga dalam tahapan selanjutnya. Ketika seseorang ingin naik pangkat dari tahap ibadah wajib dan ingin menambah dengan ibadah sunah misalnya, perlu ada proses aktif dari yang bersangkutan. Biasanya tidak bisa ujug-ujug langsung mampu shalat tahajud 8 rakaat ditambah 3 witir misalnya. 


Jika anda hanya punya 'keinginan' bisa melakukan shalat tahajud, maka anda akan sulit menjalaninya. Perlu lebih dari sekedar 'ingin'. Tahapannya minimal adalah pertama, siapkan diri anda untuk cukup beristirahat, artinya jangan tidur terlalu larut. Jika tidak ada aktifitas yang benar-benar penting tidurlah lebih awal. Kedua, jangan makan malam terlalu kenyang. Ketiga, sebelum tidur ambil air wudlu dan berdoa agar diberi kekuatan untuk mampu bangun dan menjalankan shalat tahajud. Keempat, pasanglah alarm anda. Kelima, dalam proses berlatih akan lebih mudah jika dilakukan bersama dengan orang lain, misalnya janjian dengan istri atau suami untuk shalat tahajud. 


Jika anda ingin bahagia, anda harus berusaha meraihnya. Karena bahagia itu letaknya di dalam hati dan kebahagiaan sejati adalah di akherat nanti, maka andapun harus lebih fokus kepada hati anda dan akherat anda. Kalau anda fokus pada dunia anda, mungkin anda akan senang tapi tidak akan ada bahagia sejati yang bakal anda nikmati. Good luck.



Banyuwangi, 18 Maret 2014 05:55

No comments:

Post a Comment