Sahur hari ini menunya memang pecel lele, tapi sambelnya tidak pedas. Para
pembaca tidak perlu menilai pantas atau tidaknya makan sahur bermenu pecel
lele, karena saya memang tidak pernah ada urusan dengan makanan dan ini memang
sisa buka puasa kemarin. Tidak masalah sama sekali, enak dan yang penting
halal. Jadi judul tulisan sahur mercon ini memang karena makan sahur pagi ini
ditemani suara mercon yang sepertinya berasal dari
kampung sebelah.
Ibadah puasa sebetulnya memberi banyak pendidikan hikmah. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga pada sejak imsak hingga maghrib. Tidak juga mengalihkan jatah makan siang menjadi menumpuk di saat berbuka.
Banyak yang mengatakan bahwa ibadah puasa itu agar kita bisa merasakan betapa susahnya mereka yang tidak berpunya, yang sebagian dari mereka hanya makan satu atau dua kali sehari. Lebih jauh dari itu seharusnya ada bentuk konkrit berupa pengalihan jatah makan siang kita kepada kaum lemah dan tidak berpunya dengan jalan sedekah. Makan sahur dan berbuka ya biasa saja. Ga usah kemaruk, semua dimakan seolah besok akan kiamat.
Banyak orang berlebih-lebihan saat berbuka. Atas nama menahan diri di siang hari, maka mereka balas dendam di sore/malam hari. Masakan yang dibuat sedemikian banyak sampai tidak habis dimakan dan berakhir di tempat sampah. Mubazir dan berlebih-lebihan adalah sifat setan.
Perbuatan setan yang lain yang marak di bulan puasa adalah membakar petasan/mercon. Tapi herannya ya dari dulu sampai sekarang beberapa orang masih senang bergaul dengan setan yang satu ini. Membahayakan diri sendiri dan orang lain, mengganggu ketenangan orang yang beribadah dan beristirahat, dan menghambur-hamburkan uang. Jaman sudah maju begini masih juga ada orang yang berbuat bodoh. Mengherankan.
Jika dalam kehidupan anda ada kelebihan rejeki untuk membeli makanan dan petasan, sebaiknya kelebihan itu anda bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Berikan kepada mereka makanan jangan petasan. Setuju?
Banyuwangi, 12 Juli 2013 04.50 Wib.
Ibadah puasa sebetulnya memberi banyak pendidikan hikmah. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga pada sejak imsak hingga maghrib. Tidak juga mengalihkan jatah makan siang menjadi menumpuk di saat berbuka.
Banyak yang mengatakan bahwa ibadah puasa itu agar kita bisa merasakan betapa susahnya mereka yang tidak berpunya, yang sebagian dari mereka hanya makan satu atau dua kali sehari. Lebih jauh dari itu seharusnya ada bentuk konkrit berupa pengalihan jatah makan siang kita kepada kaum lemah dan tidak berpunya dengan jalan sedekah. Makan sahur dan berbuka ya biasa saja. Ga usah kemaruk, semua dimakan seolah besok akan kiamat.
Banyak orang berlebih-lebihan saat berbuka. Atas nama menahan diri di siang hari, maka mereka balas dendam di sore/malam hari. Masakan yang dibuat sedemikian banyak sampai tidak habis dimakan dan berakhir di tempat sampah. Mubazir dan berlebih-lebihan adalah sifat setan.
Perbuatan setan yang lain yang marak di bulan puasa adalah membakar petasan/mercon. Tapi herannya ya dari dulu sampai sekarang beberapa orang masih senang bergaul dengan setan yang satu ini. Membahayakan diri sendiri dan orang lain, mengganggu ketenangan orang yang beribadah dan beristirahat, dan menghambur-hamburkan uang. Jaman sudah maju begini masih juga ada orang yang berbuat bodoh. Mengherankan.
Jika dalam kehidupan anda ada kelebihan rejeki untuk membeli makanan dan petasan, sebaiknya kelebihan itu anda bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Berikan kepada mereka makanan jangan petasan. Setuju?
Banyuwangi, 12 Juli 2013 04.50 Wib.

No comments:
Post a Comment