Dulu
saya sering terjebak pada bius musik, baik itu menonton konser musik,
mendengarkan musik dan bermain musik. Bahkan ketika duduk di kelas 2 SMA, saya
pernah menonton Final Festival Rock di Gelora 10 November Surabaya dari jam 10
pagi sampai jam 12 malam tanpa melakukan shalat wajib sama sekali. Era tahun
1980 – 1990 memang saat sedang berjaya industri musik, khususnya musik rock.
Dunia
selalu menemukan trendnya. Saat ini sedang hingar bingarnya orang beraktifitas
luar ruang. Mendaki gunung, main ke pantai, menyelam, masuk hutan, touring, dan
sebagainya. Termasuk sayapun terlarut di dalamnya. Saking hebatnya trend ini,
saya sering mendapati emak2 yang salah kostum, memakai kostum untuk ke
kondangan dan menggunakannya ketika mbolang ke pantai.
Sebenarnya
kegiatan luar ruang semacam ini bisa jadi cara jitu untuk beribadah juga.
Menyimak cerita seorang biker yang selalu bermeditasi dengan mendengarkan
lantunan ayat2 suci Al Qur’an ketika melakukan touring bermotor. Dia
menceritakan bahwa dia lebih suka bermotor sendirian atau dengan istrinya.
Situasi berbeda ketika touring berkelompok dengan kecepatan tinggi, menggunakan
patwal dsb. Tentu model yang semacam ini tidak akan pernah bisa sambil
berdzikir mengingat Allah. Yang ada justru kebalikannya, sering mendatangkan
dosa karena banyak menjengkelkan pengguna jalan lain.
Nah
sekarang, apa hebatnya kita naik gunung sana sini, eksplor hutan sana sini, mantai sana mantai sini,
tetapi ketika kita melakukannya sering lupa pada kewajiban seperti shalat
misalnya? Jebakan kesenangan ini amat nyata. Betapa kita sering merasa gak
nyaman untuk shalat di gunung karena pakaian kita kotor atau tidak tersedia
sajadah yang empuk. Pernahkah anda merasakan hal semacam ini?
Untuk
itu semua perlu perencanaan. Siapkan perlengkapan shalat dan baju yang bersih
ketika hendak berangkat mbolang. Atur waktu perjalanan anda agar mudah untuk
melakukan kewajiban-kewajiban shalat.
Apa untungnya anda ngebut bersama teman-teman anda hingga anda sungkan
atau takut tertinggal dengan teman-teman anda lalu anda mengorbankan waktu
shalat?
Please
deh, anda boleh mendaki gunung. Anda juga boleh touring sampai roda motor anda
terlepas, tapi jangan pernah tinggalkan kewajiban anda.
Di
akherat nanti tidak akan ada pertanyaan berapa gunung yang sudah anda daki,
atau berapa pantai yang sudah anda susuri. Pun juga tak ada pertanyaan kepada
saya berapa jauh saya mengembara dengan Yamaha Vixion saya, atau sudah kemana saja
saya pergi.
Tulisan
ini adalah pengingat dan nasehat untuk diri saya sendiri. Entah mengapa saya
merasa sisa waktu saya sangat sempit sekali. Mari terus istiqomah untuk
beribadah. Sekali lagi, mumpung masih ada waktu.
Banyuwangi,
03 Juni 2016 07.40

No comments:
Post a Comment