Thursday, June 2, 2016

Spiritual Journey – Jebakan My Trip My Adventure



Dulu saya sering terjebak pada bius musik, baik itu menonton konser musik, mendengarkan musik dan bermain musik. Bahkan ketika duduk di kelas 2 SMA, saya pernah menonton Final Festival Rock di Gelora 10 November Surabaya dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam tanpa melakukan shalat wajib sama sekali. Era tahun 1980 – 1990 memang saat sedang berjaya industri musik, khususnya musik rock. 


Dunia selalu menemukan trendnya. Saat ini sedang hingar bingarnya orang beraktifitas luar ruang. Mendaki gunung, main ke pantai, menyelam, masuk hutan, touring, dan sebagainya. Termasuk sayapun terlarut di dalamnya. Saking hebatnya trend ini, saya sering mendapati emak2 yang salah kostum, memakai kostum untuk ke kondangan dan menggunakannya ketika mbolang ke pantai.


Sebenarnya kegiatan luar ruang semacam ini bisa jadi cara jitu untuk beribadah juga. Menyimak cerita seorang biker yang selalu bermeditasi dengan mendengarkan lantunan ayat2 suci Al Qur’an ketika melakukan touring bermotor. Dia menceritakan bahwa dia lebih suka bermotor sendirian atau dengan istrinya. Situasi berbeda ketika touring berkelompok dengan kecepatan tinggi, menggunakan patwal dsb. Tentu model yang semacam ini tidak akan pernah bisa sambil berdzikir mengingat Allah. Yang ada justru kebalikannya, sering mendatangkan dosa karena banyak menjengkelkan pengguna jalan lain.


Nah sekarang, apa hebatnya kita naik gunung sana sini, eksplor  hutan sana sini, mantai sana mantai sini, tetapi ketika kita melakukannya sering lupa pada kewajiban seperti shalat misalnya? Jebakan kesenangan ini amat nyata. Betapa kita sering merasa gak nyaman untuk shalat di gunung karena pakaian kita kotor atau tidak tersedia sajadah yang empuk. Pernahkah anda merasakan hal semacam ini?


Untuk itu semua perlu perencanaan. Siapkan perlengkapan shalat dan baju yang bersih ketika hendak berangkat mbolang. Atur waktu perjalanan anda agar mudah untuk melakukan kewajiban-kewajiban shalat.  Apa untungnya anda ngebut bersama teman-teman anda hingga anda sungkan atau takut tertinggal dengan teman-teman anda lalu anda mengorbankan waktu shalat?


Please deh, anda boleh mendaki gunung. Anda juga boleh touring sampai roda motor anda terlepas, tapi jangan pernah tinggalkan kewajiban anda. 


Di akherat nanti tidak akan ada pertanyaan berapa gunung yang sudah anda daki, atau berapa pantai yang sudah anda susuri. Pun juga tak ada pertanyaan kepada saya berapa jauh saya mengembara dengan Yamaha Vixion saya, atau sudah kemana saja saya pergi. 


Tulisan ini adalah pengingat dan nasehat untuk diri saya sendiri. Entah mengapa saya merasa sisa waktu saya sangat sempit sekali. Mari terus istiqomah untuk beribadah. Sekali lagi, mumpung masih ada waktu.


Banyuwangi, 03 Juni 2016 07.40

No comments:

Post a Comment