Thursday, June 2, 2016

Spiritual Journey - Bercermin Pada Gadis Kecil



Seorang gadis kecil anak tetangga saya, telah membuat saya kagum dan langsung memberikan pujian ketika kami berjalan bersamaan ke masjid kemarin subuh. Beberapa hari sejak sebelum masuk bulan Ramadhan, saya memperhatikan dia selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid hampir 5 kali sekali. 

Yang menjadikan hebat menurut saya adalah karena hanya dia seorang dalam keluarga tersebut yang terus melaksanakan shalat secara berjamaah di masjid. Saudara-saudaranya bahkan bapak ibunya pun juga jarang saya lihat melakukan shalat dengan berjamaah di masjid. 


Pada hari kedua pertemuan kami di jalan saat berangkat shalat subuh, iseng saya bertanya kepadanya, "Mana saudaranya? kok sendirian?". Dia menjawab pelan, "Masih tidur". Saya pun diam tak bertanya lagi. Tidak tega rasanya membayangkan jawaban yang sama akan dia sampaikan jika saya bertanya tentang bapak ibunya.


Dalam beberapa langkah menuju masjid pikiran saya melayang. Betapa Allah telah memberinya sesuatu yang luar biasa yang tidak diberikanNya kepada saudaranya dan orang tuanya


Bicara tentang amal sholeh untuk kehidupan akherat, saya harus mendongak ke atas untuk mencontoh mereka-meraka yang lebih hebat dalam beribadah. 

Tak masalah jika saya harus memilih gadis kecil ini sebagai cermin atau ukuran untuk mengetahui di mana posisi saya dalam urusan ibadah. Tapi ketika bicara tentang dunia, saya ingin selalu berusaha menengok ke bawah kepada mereka yang kurang beruntung, agar langkah saya tidak tersandung batu-batu kesombongan dan kerakusan. 


Setan sering membolak-balikkan hati kita agar salah memilih cermin yang kita gunakan. Waspadalah !


Banyuwangi, 11 Juli 2013 17.46 Wib

No comments:

Post a Comment