Beberapa
bulan lalu, untuk mengisi waktu luang kami bermotor tipis-tipis ke Paltuding –
Kawah Ijen. Hari masih pagi ketika kami sampai di sana. Embun masih tampak
rendah di area camping ground Paltuding. Karena saat itu sedang musim libur,
tampak beberapa tenda didirikan oleh pengunjung yang rata-rata masih berusia
muda. Di samping tenda terlihat motor-motor yang terparkir. Kebanyakan berplat
nomor luar kota. Tampak beberapa orang mulai keluar dari tenda dan beraktifitas
di sekitar camping ground, bermain gitar atau bercanda sesama mereka.
Ada
yang menarik perhatian saya. Sebuah tenda kecil tidak didirikan di atas tanah
seperti yang lainnya, tetapi didirikan di bawah sebuah gazebo. Saya berbincang
dengan istri setelah melihat satu tenda ini. Saya bilang : “Enak ya bikin tenda
dibawah gazebo ? Lihat tenda-tenda lain didirikan di atas tanah dan beratapkan
langit. Pasti repot tuh kalau lagi hujan”. Saya berkata demikian karena memang
saat itu masih sering turun hujan di kawasan Kawah Ijen.
Tak
lama kemudian tampak seorang remaja cowok agak gemuk keluar dari tenda di bawah
gazebo ini. Umurnya saya perkirakan tidak lebih dari 19 tahunan. Saya duduk menghadap tenda ini sambil
bersantai menikmati makanan kecil yang kami bawa. Agak lama dia diam mondar
mandir di luar tenda.
Selang
beberapa menit, pintu tenda terbuka, dan
dari dalam keluar remaja putri, perkiraan saya sekitar umur tidak lebih dari 17
an. Oh my ghost..wkkk.. rupanya cowok tadi bingung atau sungkan mau ‘mengeluarkan’
ceweknya dari tenda. Dengan wajah yang diusahakan setenang mungkin mereka
berlalu di depan kami menuju area Kamar Mandi /Toilet yang terletak di dekat
tempat parkir.
Yang
namanya ngamar dari dulu juga sudah ada. Hanya saja dulu pelakunya mungkin
berusia lebih dewasa. Dulu seseorang harus menabung dulu, karena kalau mau ngamar harus sewa hotel atau
losmen, dan masih harus khawatir karena banyaknya pertimbangan. Saat ini dengan
maraknya kegiatan luar ruang, kegiatan camping pun menjadi trend. Kalau dulu,
kegiatan camping hanya dilakukan oleh para pecinta alam atau pendaki gunung
saja. Sekarang dengan memiliki sebuah tenda, rupanya seseorang bisa menghemat
biaya ngamar bersama pacarnya dan bisa melakukannya di manapun yang mereka mau.
Tentu saya tidak bermaksud mengatakan semua pemilik tenda selalu melakukan
hal-hal demikian.
Masa
sekarang penuh dengan tantangan. Jadi remaja atau jadi orang tua sama susahnya.
Begitu banyak kemudahan untuk seseorang melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Buat
pak bro dan bu bro, apakah anda memiliki anak-anak berusia remaja yang gemar
camping ke gunung atau ke pantai? Saya rasa kita mesti lebih lebih
memperhatikan mereka. Jangan sampai kegiatan mereka yang anda anggap baik
ternyata membuat anda ikut terseret ke neraka karena anda terlalu cuek dengan
apa yang mereka lakukan.
Banyuwangi,
02 Juni 2016

No comments:
Post a Comment