Wednesday, June 1, 2016

Spiritual Journey – My Trip My Croottt (Ngamar Sekarang Lebih Murah)



Beberapa bulan lalu, untuk mengisi waktu luang kami bermotor tipis-tipis ke Paltuding – Kawah Ijen. Hari masih pagi ketika kami sampai di sana. Embun masih tampak rendah di area camping ground Paltuding. Karena saat itu sedang musim libur, tampak beberapa tenda didirikan oleh pengunjung yang rata-rata masih berusia muda. Di samping tenda terlihat motor-motor yang terparkir. Kebanyakan berplat nomor luar kota. Tampak beberapa orang mulai keluar dari tenda dan beraktifitas di sekitar camping ground, bermain gitar atau bercanda sesama mereka.

Ada yang menarik perhatian saya. Sebuah tenda kecil tidak didirikan di atas tanah seperti yang lainnya, tetapi didirikan di bawah sebuah gazebo. Saya berbincang dengan istri setelah melihat satu tenda ini. Saya bilang : “Enak ya bikin tenda dibawah gazebo ? Lihat tenda-tenda lain didirikan di atas tanah dan beratapkan langit. Pasti repot tuh kalau lagi hujan”. Saya berkata demikian karena memang saat itu masih sering turun hujan di kawasan Kawah Ijen.

Tak lama kemudian tampak seorang remaja cowok agak gemuk keluar dari tenda di bawah gazebo ini. Umurnya saya perkirakan tidak lebih dari 19 tahunan.  Saya duduk menghadap tenda ini sambil bersantai menikmati makanan kecil yang kami bawa. Agak lama dia diam mondar mandir di luar tenda.

Selang beberapa menit,  pintu tenda terbuka, dan dari dalam keluar remaja putri, perkiraan saya sekitar umur tidak lebih dari 17 an. Oh my ghost..wkkk.. rupanya cowok tadi bingung atau sungkan mau ‘mengeluarkan’ ceweknya dari tenda. Dengan wajah yang diusahakan setenang mungkin mereka berlalu di depan kami menuju area Kamar Mandi /Toilet yang terletak di dekat tempat parkir.

Yang namanya ngamar dari dulu juga sudah ada. Hanya saja dulu pelakunya mungkin berusia lebih dewasa. Dulu seseorang harus menabung dulu,  karena kalau mau ngamar harus sewa hotel atau losmen, dan masih harus khawatir karena banyaknya pertimbangan. Saat ini dengan maraknya kegiatan luar ruang, kegiatan camping pun menjadi trend. Kalau dulu, kegiatan camping hanya dilakukan oleh para pecinta alam atau pendaki gunung saja. Sekarang dengan memiliki sebuah tenda, rupanya seseorang bisa menghemat biaya ngamar bersama pacarnya dan bisa melakukannya di manapun yang mereka mau. Tentu saya tidak bermaksud mengatakan semua pemilik tenda selalu melakukan hal-hal demikian.

Masa sekarang penuh dengan tantangan. Jadi remaja atau jadi orang tua sama susahnya. Begitu banyak kemudahan untuk seseorang melakukan kemaksiatan kepada Allah. 

Buat pak bro dan bu bro, apakah anda memiliki anak-anak berusia remaja yang gemar camping ke gunung atau ke pantai? Saya rasa kita mesti lebih lebih memperhatikan mereka. Jangan sampai kegiatan mereka yang anda anggap baik ternyata membuat anda ikut terseret ke neraka karena anda terlalu cuek dengan apa yang mereka lakukan.

Banyuwangi, 02 Juni 2016



No comments:

Post a Comment