Papan penunjuk berukuran 50 x 100 cm bertuliskan “Wader Sambel Kemangi” ini
selalu menggoda saya untuk mampir setiap kali melintas di jalan Banyuwangi –
Licin sekitar 10 Km dari kota. Namun baru pada hari Munggu kemarin saya
berhasil mencoba ke sana. Karena warungnya tidak terlihat dari jalan raya,
awalnya saya menduga pasti tempatnya (baca warungnya) sederhana & kecil tetapi makanannya mantap.
Setelah melewati beberapa rumah penduduk yang terbuat dari bambu dan perkebunan kopi, saya kaget, rupanya saya salah menduga tentang tempat makan ini. Begitu masuk areal parkir saya langsung didatangi seorang bertubuh gempal dengan rambut potongan Mohawk membawa karcis. Ada tarif terpasang di papan besar untuk orang dan kendaraannya, persis masuk tempat wisata.
Luasnya menurut saya tidak kurang dari 1 Ha. Semua bangunan didesign bergaya tradisional Jawa dengan banyak gazebo bagi yang tidak suka makan sambil duduk di bangunan utamanya. Sekelilingnya dipenuhi tanaman kopi dan tanaman lain yang sangat teduh. Setelah memesan makanan saya langsung membayar yang ternyata agak mahal untuk ukuran kota ini. Rasanya? Biasa saja.
Sambil makan saya memperhatikan dengan seksama pengunjung lain. Rupanya tempat ini menjadi tempat mangkal anak2 ABG untuk pacaran. Karena gazebo yang satu dan yang lain agak berjauhan, jadi mereka leluasa menyalurkan hasratnya. Pesan 2 botol Coca Cola dan makanan, selebihnya mungkin mereka bisa menikmati fasilitas yang ada sampai sore.
Saat pulang, sambil berjalan mengitari jogging tracknya, saya mendapati sepasang ABG duduk berpelukan di tanah beralaskan daun di balik rimbun pohon kopi. Untung saja tempat ini tutup jam 5 sore, entah apa jadinya jika tempat ini buka sampai malam. Mungkin tempat ini jadi tempat pesta ABG dan bangsa Jin sekaligus.
Setelah melewati beberapa rumah penduduk yang terbuat dari bambu dan perkebunan kopi, saya kaget, rupanya saya salah menduga tentang tempat makan ini. Begitu masuk areal parkir saya langsung didatangi seorang bertubuh gempal dengan rambut potongan Mohawk membawa karcis. Ada tarif terpasang di papan besar untuk orang dan kendaraannya, persis masuk tempat wisata.
Luasnya menurut saya tidak kurang dari 1 Ha. Semua bangunan didesign bergaya tradisional Jawa dengan banyak gazebo bagi yang tidak suka makan sambil duduk di bangunan utamanya. Sekelilingnya dipenuhi tanaman kopi dan tanaman lain yang sangat teduh. Setelah memesan makanan saya langsung membayar yang ternyata agak mahal untuk ukuran kota ini. Rasanya? Biasa saja.
Sambil makan saya memperhatikan dengan seksama pengunjung lain. Rupanya tempat ini menjadi tempat mangkal anak2 ABG untuk pacaran. Karena gazebo yang satu dan yang lain agak berjauhan, jadi mereka leluasa menyalurkan hasratnya. Pesan 2 botol Coca Cola dan makanan, selebihnya mungkin mereka bisa menikmati fasilitas yang ada sampai sore.
Saat pulang, sambil berjalan mengitari jogging tracknya, saya mendapati sepasang ABG duduk berpelukan di tanah beralaskan daun di balik rimbun pohon kopi. Untung saja tempat ini tutup jam 5 sore, entah apa jadinya jika tempat ini buka sampai malam. Mungkin tempat ini jadi tempat pesta ABG dan bangsa Jin sekaligus.
Membuka sebuah bisnis, mencari rejeki, kita tidak
bisa menutup mata terhadap hal seperti ini. Warung ini memang menjual makanan
halal. Tapi jika sang pemilik membiarkan kemaksiatan terjadi atau justru dia
sengaja menyediakan tempat ini dengan harapan para pengunjungnya ABG betah
karena bisa berpacaran di situ, itu bisa mendatangkan bencana di hari saat dia
dibangkitkan nanti. Sebuah bisnis, tidak hanya harus menjual barang halal saja
tapi dalam keseluruhan prosesnya tidak boleh melanggar syariat Allah.
Mungkin saja anda sukses membuat bisnis warnet. Tetapi jika di dalamnya para pengunjung berbuat dosa, bermaksiat dan bersenang-senang sampai lupa mengingat Allah, maka andapun harus memikul sebagian dosa itu. Banyak jalan halal untuk mencari rejeki. Jalan mudah untuk mendapatkan uang biasanya sarat dengan resiko kemaksiatan.
Anda harus berhati-hati dalam memilih bisnis yang akan anda geluti. Pilihlah bisnis yang dengan bisnis itu semakin mudah anda menabung pahala dan membawa anda lebih dekat kepadaNya. Jangan sebaliknya.
Banyuwangi, 16 September 2013 17.15
Mungkin saja anda sukses membuat bisnis warnet. Tetapi jika di dalamnya para pengunjung berbuat dosa, bermaksiat dan bersenang-senang sampai lupa mengingat Allah, maka andapun harus memikul sebagian dosa itu. Banyak jalan halal untuk mencari rejeki. Jalan mudah untuk mendapatkan uang biasanya sarat dengan resiko kemaksiatan.
Anda harus berhati-hati dalam memilih bisnis yang akan anda geluti. Pilihlah bisnis yang dengan bisnis itu semakin mudah anda menabung pahala dan membawa anda lebih dekat kepadaNya. Jangan sebaliknya.
Banyuwangi, 16 September 2013 17.15

No comments:
Post a Comment