Tanggal 17 Agustus 2015 kami berempat mengunjungi Kedung Darmo dan Kedung Dari. Sebenarnya kedua tempat ini bukanlah tempat wisata. Kami datang ke sini lebih karena penasaran setelah melihat tempat ini dari ketinggian bukit di dusun Baran. Tempat ini terletak di desa asal istri saya.
Konon nama Kedung Darmo dan Kedung Dari diambil dari nama pemilik sawah yang pengairannya memanfaatkan air dari kedung tersebut.
Hampir tidak ada masyarakat luar yang mengetahui keberadaan tempat ini selain warga setempat. Tidak ada akses untuk mencapai tempat ini kecuali melalui jurang terjal dan menyusuri bantaran sungai. Dibutuhkan nyali yang cukup agar bisa sampai ke tempat ini. Berdasarkan pengalaman saat kami ke sana, tempat ini hanya bisa di datangi saat musim kemarau. Di musim hujan,
jurangnya sangat licin, dan tentu sangat berbahaya jika sewaktu-waktu terjadi banjir bandang. Pada kiri kanan tebing sungai terlihat bekas ketinggian sungai yang meluap saat musim hujan. Cukup seram.
Konon nama Kedung Darmo dan Kedung Dari diambil dari nama pemilik sawah yang pengairannya memanfaatkan air dari kedung tersebut.
Hampir tidak ada masyarakat luar yang mengetahui keberadaan tempat ini selain warga setempat. Tidak ada akses untuk mencapai tempat ini kecuali melalui jurang terjal dan menyusuri bantaran sungai. Dibutuhkan nyali yang cukup agar bisa sampai ke tempat ini. Berdasarkan pengalaman saat kami ke sana, tempat ini hanya bisa di datangi saat musim kemarau. Di musim hujan,
jurangnya sangat licin, dan tentu sangat berbahaya jika sewaktu-waktu terjadi banjir bandang. Pada kiri kanan tebing sungai terlihat bekas ketinggian sungai yang meluap saat musim hujan. Cukup seram.
Terletak di desa Srigonco, kecamatan Bantur, kabupaten Malang. Untuk mencapai tempat ini agak sulit jika mengandalkan kendaraan umum dari Malang. Jika anda datang dari arah Malang, anda harus menggunakan angkutan dari terminal Gadang menuju Bantur. Angkutannya berupa minibus warna kuning. Angkutan ini berakhir di pasar Kecamatan Bantur. Dari situ masih harus melanjutkan dengan menyewa ojek ke dusun Baran desa Wonorejo. Biayanya sekitar Rp 15.000.
Anda harus menggunakan pemandu warga sekitar untuk bisa sampai ke tempat tersebut. Tapi jangan heran jika wargapun akan terbengong-bengon dengan permintaan anda, karena selama ini hampir belum pernah ada orang luar datang ke sana.
Anda harus menggunakan pemandu warga sekitar untuk bisa sampai ke tempat tersebut. Tapi jangan heran jika wargapun akan terbengong-bengon dengan permintaan anda, karena selama ini hampir belum pernah ada orang luar datang ke sana.









No comments:
Post a Comment