Thursday, June 9, 2016

Spiritual Journey - Nafasnya Bau Ya !


Seorang sahabat mengatakan kepada saya, “Meskipun saya merokok tapi saya sering jengkel setiap kali ada orang merokok di dekat anak saya, terutama di dekat anak saya yang masih kecil”. Seorang sahabat yang lain mengatakan, “Di rumah kalau sedang ingin merokok saya harus di teras, karena istri dan anak-anak mengamuk kalau saya sampai merokok di dalam rumah”.

Pagi ini seorang dai ceramah di radio mengatakan, “Mereka yang merokok pastilah buta huruf, karena tulisan peringatan akan bahaya merokok tertulis jelas di setiap bungkus rokok. Rokok itu seperti sayur jengkol, semacam ujian bagi nafsu kita. Anda merasa enak tetapi orang lain bisa terganggu. Dulu jaman Kanjeng Nabi, beliau hampir mewajibkan kita untuk

membersihkan gigi setiap kali berwudlu, supaya bersih, sehat dan orang lain tidak terganggu oleh bau mulut kita.”

Barangkali dia atau mungkin juga anda para perokok sering lupa bahwa orang di sekitar anda banyak yang terganggu oleh asap rokok anda. Terkadang mereka masih tepo sliro dan tidak tega mengatakan “Nafas anda bau !”. Tapi sungguh pernah suatu kali boss saya orang Korea mengatakan kepada seorang rekan, “Jangan merokok selama 2 jam sebelum menghadap saya. Nafasnya bau ya, pusing kepala saya ya” dengan bahasa Indonesia yang kental logat Korea-nya. Wkkk ehm kapok koen… 

Dalam hati saya berkata, "Yes"
 



Banyuwangi, 12 September 2013

No comments:

Post a Comment