Barang kali karena terlalu sering melihat foto-foto,
video-video semacam ini, sewaktu jalan-jalan ke kawah Ijen 2 minggu yang lalu,
saya mendapati sepasang anak muda berusia sekitar 17-18 tahun-an melakukan
‘pemanasan’ dihadapan belasan teman-teman sekolahnya. Si cewek dengan kaos ‘u
can see’ dan celana panjang berbahan tipis super ketat merapatkan tubuhnya
kepada si cowok sambil melakukan French kiss
dalam durasi yang cukup lama. Hebatnya lagi, pasangan ini meminta
teman-temannya untuk mengabadikan melalui camera HP. Dan itu tidak hanya
sekali. Sambil berulangkali berganti background dan pose, pasangan ini terus
meminta teman-temannya memotret. Lha iyo, anak e sopo iki?
Pakaiannya saja sudah membuat orang yang sehat kena ‘asam aurat’, apalagi aktifitas mesumnya. Weleh-weleh. Jika kegiatan seperti ini dilakukan di tempat umum, jam 11 siang saat terang benderang di tengah banyak orang, entah apa lagi yang
akan mereka lakukan kalau sudah berdua di kamar kost atau losmen murah yang bisa mereka sewa.
Saya jadi teringat beberapa tetangga yang memiliki anak gadis seusia itu. Ada kemiripan kekhawatiran di hati mereka atas pergaulan anak gadisnya. Bahkan salah satu dari tetangga menjadi sering uring-uringan karena anak gadisnya akhir-akhir ini sering pulang malam dan nilai sekolahnya menurun.
Menasehati dan mengarahkan anak seusia itu tentu tidak mudah. Disamping karena keakuannya sudah semakin tinggi, tentu pendidikan akhlak sangat berperan. Jika kita setuju bahwa pendidikan akhlak sejak dini itu penting, mengapa masih banyak diantara kita yang tidak serius mengarahkan pendidikannya? Memilihkan sekolahnya?
Bahkan jika anda membentengi anak gadis anda dengan memasangkan celana dalam dari besi lengkap dengan gembok dan nomer pin yang anda pegang kuncinya, apakah anda sudah yakin akan aman? Lha wong tukang pembuat kunci duplikat bertebaran sepanjang jalan, hayo?
Oleh sebab itu, di tengah jaman yang ‘normal’ seperti sekarang, barangkali sudah waktunya pendidikan akhlak harus ditempatkan ke nomer satu lagi.
Banyuwangi, 01 Mei 2013
Pakaiannya saja sudah membuat orang yang sehat kena ‘asam aurat’, apalagi aktifitas mesumnya. Weleh-weleh. Jika kegiatan seperti ini dilakukan di tempat umum, jam 11 siang saat terang benderang di tengah banyak orang, entah apa lagi yang
akan mereka lakukan kalau sudah berdua di kamar kost atau losmen murah yang bisa mereka sewa.
Saya jadi teringat beberapa tetangga yang memiliki anak gadis seusia itu. Ada kemiripan kekhawatiran di hati mereka atas pergaulan anak gadisnya. Bahkan salah satu dari tetangga menjadi sering uring-uringan karena anak gadisnya akhir-akhir ini sering pulang malam dan nilai sekolahnya menurun.
Menasehati dan mengarahkan anak seusia itu tentu tidak mudah. Disamping karena keakuannya sudah semakin tinggi, tentu pendidikan akhlak sangat berperan. Jika kita setuju bahwa pendidikan akhlak sejak dini itu penting, mengapa masih banyak diantara kita yang tidak serius mengarahkan pendidikannya? Memilihkan sekolahnya?
Bahkan jika anda membentengi anak gadis anda dengan memasangkan celana dalam dari besi lengkap dengan gembok dan nomer pin yang anda pegang kuncinya, apakah anda sudah yakin akan aman? Lha wong tukang pembuat kunci duplikat bertebaran sepanjang jalan, hayo?
Oleh sebab itu, di tengah jaman yang ‘normal’ seperti sekarang, barangkali sudah waktunya pendidikan akhlak harus ditempatkan ke nomer satu lagi.
Banyuwangi, 01 Mei 2013

No comments:
Post a Comment