Saya merasa perlu menuliskan tentang hal ini, untuk mengingatkan diri saya sendiri dan anda (jika memandang tulisan ini baik untuk disimak), mengingat perihal menunaikan zakat ini kerap kali dilupakan.
Setiap berbicara perihal zakat, di ingatan kita tentu paling akrab dengan zakat fitrah, yang biasa kita keluarkan sebagai penutup kegiatan puasa ramadhan. Tapi jangan lupa, selain zakat fitrah itu kita juga punya kewajiban zakat yang lain seperti zakat maal. Selain zakat atas harta benda yang wajib dizakati setelah mencapai nisabnya, kita juga harus mengeluarkan zakat atas penghasilan yang sudah kita dapatkan.
Saya tidak akan membahas detail perihal ini, hanya ingin sharing sedikit bagaimana trik untuk meraih cinta Allah melalui zakat dan sedekah.
Ketika Allah meminta kepada kita untuk
mengeluarkan 2,5% zakat dari penghasilan yang kita punya, anggaplah itu sebagai batas minimal. Cobalah untuk melampaui batas prosentase itu sedikit demi sedikit. Tentu anda tidak harus selalu mengeluarkannya dalam bentuk uang tunai saja. Anda bisa juga mengeluarkannya dalam bentuk sedekah makanan dan sebagainya.
Kata kuncinya adalah, ketika kita semakin banyak mengeluarkan zakat dan sedekah, Allah akan melihat itu sebagai bentuk keseriusan anda untuk meraih cintaNya. Pasti Allah akan membalas dengan hal-hal luar biasa yang mungkin sebelumnya tak pernah anda bayangkan. Yang pasti akan hadir pada hati anda perasaan bahagia dan tercukupi.
Menyimak berita di TV kemarin pagi, tentang seorang ibu yang membuka warung makan gratis untuk sopir angkot, pekerja bangunan, fakir miskin dsb di Lampung sangat menyentuh hati. Rasanya amat sangat luar biasa menemukan orang seperti beliau, di saat sekarang hampir semua urusan diukur dengan untung rugi.
Semoga Allah selalu membimbing kita untuk tidak pelit berbagi.
Banyuwangi, 27 Mei 2016

No comments:
Post a Comment