Thursday, June 9, 2016

Spiritual Journey - Meraih Cinta Allah (Bagian 3 - Shalat)



Perjalanan hidup akhirnya mengajarkan kepada saya, bahwa ketika seseorang tidak melaksanakan kewajiban shalat lima waktunya dengan baik, bisa dipastikan hidupnya tidak bahagia. Mungkin seseorang tampak memiliki segalanya dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, tetapi karena bahagia itu tempatnya di dalam hati, maka sesungguhnya hanya Allah dan dialah yang tahu apa yang tengah dirasakannya.

Ada juga mungkin orang yang melaksanakan shalat lima waktu secara lengkap, lima kali sehari, 17 rakaat sehari semalam, namun jika shalatnya tidak khusyu', asal saja dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, konon di akherat pahala shalat yang demikian akan dilemparkan ke muka orang tersebut seperti kain kotor yang tidak berguna. Artinya, orang yang tidak
shalat atau shalat tetapi asal-asalan, tidak akan mendatangkan cinta Allah. Shalat harus terus menerus diusahakan tambah baik dari hari ke hari, baik dari kualitas maupun kuantitasnya. 

Shalat yang berkualitas adalah shalat yang khusyu', yang benar2 akan membawa pada baiknya akhlak dan budi pekerti seseorang. Untuk bisa melaksanakan shalat secara khusyu', bisa dipelajari dalam pelatihan shalat khusyu' atau dengan membaca pengetahuan tentang itu. Banyak trik dan tips yang bisa dipelajari dan dipraktekkan.

Kualitas shalat juga bisa dilihat dari aspek derajat pahalanya. Jika anda seorang lelaki muslim, lebih afdol jika anda melakukan shalat secara berjamaah di masjid atau musholla. Contoh derajat pahala lebih seperti disebut dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656). Inilah yang saya maksud bahwa kita tidak boleh asal shalat saja, tetapi harus terus berusaha memberi bobot lebih pada kualitasnya.

Sekarang masalah kuantitas. Shalat kok ada kuantitasnya? Tentu, ini yang saya maksudkan bahwa anda harus menjadi hamba yang super, bukan hamba yang biasa dengan hanya melakukan shalat wajib lima waktu saja. 

Allah menyediakan begitu banyak waktu mustajab dan begitu banyak macam shalat sunah yang bisa kita lakukan. Kita ketahui bersama (setidaknya pernah membaca, meski belum istiqomah melakukan) begitu dahsyatnya shalat sunah rawatib, shalat tahajud, shalat witir, shalat dhuha, shalat hajat dan banyak lagi yang lain yang anda lebih tahu dari pada saya. Anda bisa mulai melakukannya sedikit demi sedikit. Misalnya dengan mulai menambahkan shalat rawatib sebelum dan sesudah shalat fardlu. Shalat dhuha mulai 2 rakaat dulu, terus besoknya 4 rakaat, lusa 6 rakaat dst sampai akhirnya mampu melakukannya dalam 12 rakaat. Ketika kita mengetahui, konon dengan melakukan shalat dhuha 12 rakaat seperti halnya kita membangun sebuah rumah di surga, coba resapi itu. Anda membangun sebuah rumah di surga ! Bisa anda bayangkan apa yang bisa Allah bangunkan untuk anda di dunia?

Jika orang kebanyakan hanya menjalankan shalat wajib lima waktu 17 rakaat sehari semalam, tetapi anda bisa melakukan shalat wajib dan shalat sunnah bahkan sampai 59 rakaat atau lebih sehari semalam, apa iya Allah tidak sayang kepada anda? Inilah yang saya maksud pada tulisan saya hari ini.

Hanya Allah pemilik kebenaran, jika ada kesalahan tentu datangnya dari diri saya sendiri. Mohon maaf lahir batin.

Selamat beribadah, waktu berjalan cepat, tak ada yang lebih pasti selain kematian yang semakin mendekat. 

Banyuwangi, 21 Maret 2014 05:30

No comments:

Post a Comment