Perjalanan
hidup akhirnya mengajarkan kepada saya, bahwa ketika seseorang tidak
melaksanakan kewajiban shalat lima waktunya dengan baik, bisa dipastikan
hidupnya tidak bahagia. Mungkin seseorang tampak memiliki segalanya dengan
senyum yang selalu tersungging di bibirnya, tetapi karena bahagia itu tempatnya
di dalam hati, maka sesungguhnya hanya Allah dan dialah yang tahu apa yang
tengah dirasakannya.
Ada
juga mungkin orang yang melaksanakan shalat lima waktu secara lengkap, lima
kali sehari, 17 rakaat sehari semalam, namun jika shalatnya tidak khusyu', asal
saja dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, konon di akherat pahala shalat
yang demikian akan dilemparkan ke muka orang tersebut seperti kain kotor yang
tidak berguna. Artinya, orang yang tidak
shalat atau shalat tetapi asal-asalan, tidak akan mendatangkan cinta Allah. Shalat harus terus menerus diusahakan tambah baik dari hari ke hari, baik dari kualitas maupun kuantitasnya.
shalat atau shalat tetapi asal-asalan, tidak akan mendatangkan cinta Allah. Shalat harus terus menerus diusahakan tambah baik dari hari ke hari, baik dari kualitas maupun kuantitasnya.
Shalat
yang berkualitas adalah shalat yang khusyu', yang benar2 akan membawa pada
baiknya akhlak dan budi pekerti seseorang. Untuk bisa melaksanakan shalat
secara khusyu', bisa dipelajari dalam pelatihan shalat khusyu' atau dengan
membaca pengetahuan tentang itu. Banyak trik dan tips yang bisa dipelajari dan
dipraktekkan.
Kualitas
shalat juga bisa dilihat dari aspek derajat pahalanya. Jika anda seorang lelaki
muslim, lebih afdol jika anda melakukan shalat secara berjamaah di masjid atau
musholla. Contoh derajat pahala lebih seperti disebut dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang shalat isya`
berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan
barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat
seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656). Inilah yang saya maksud
bahwa kita tidak boleh asal shalat saja, tetapi harus terus berusaha memberi
bobot lebih pada kualitasnya.
Sekarang
masalah kuantitas. Shalat kok ada kuantitasnya? Tentu, ini yang saya maksudkan
bahwa anda harus menjadi hamba yang super, bukan hamba yang biasa dengan hanya
melakukan shalat wajib lima waktu saja.
Allah
menyediakan begitu banyak waktu mustajab dan begitu banyak macam shalat sunah
yang bisa kita lakukan. Kita ketahui bersama (setidaknya pernah membaca, meski
belum istiqomah melakukan) begitu dahsyatnya shalat sunah rawatib, shalat
tahajud, shalat witir, shalat dhuha, shalat hajat dan banyak lagi yang lain
yang anda lebih tahu dari pada saya. Anda bisa mulai melakukannya sedikit demi
sedikit. Misalnya dengan mulai menambahkan shalat rawatib sebelum dan sesudah
shalat fardlu. Shalat dhuha mulai 2 rakaat dulu, terus besoknya 4 rakaat, lusa
6 rakaat dst sampai akhirnya mampu melakukannya dalam 12 rakaat. Ketika kita
mengetahui, konon dengan melakukan shalat dhuha 12 rakaat seperti halnya kita
membangun sebuah rumah di surga, coba resapi itu. Anda membangun sebuah rumah
di surga ! Bisa anda bayangkan apa yang bisa Allah bangunkan untuk anda di
dunia?
Jika
orang kebanyakan hanya menjalankan shalat wajib lima waktu 17 rakaat sehari
semalam, tetapi anda bisa melakukan shalat wajib dan shalat sunnah bahkan
sampai 59 rakaat atau lebih sehari semalam, apa iya Allah tidak sayang kepada
anda? Inilah yang saya maksud pada tulisan saya hari ini.
Hanya
Allah pemilik kebenaran, jika ada kesalahan tentu datangnya dari diri saya
sendiri. Mohon maaf lahir batin.
Selamat
beribadah, waktu berjalan cepat, tak ada yang lebih pasti selain kematian yang
semakin mendekat.
Banyuwangi,
21 Maret 2014 05:30

No comments:
Post a Comment