Dua kalimat syahadat ialah dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan
dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam. Pengakuan terhadap
keesaan Allah dan pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah Rosul Allah setiap hari
diulang beberapa kali ketika kita menjalankan ibadah shalat. Semoga saja dalam
setiap kali kita shalat itu kita bisa melaksanakannya dengan khusyu', sehingga
bacaan yang sekian kali itu bisa benar-benar menghujam di dalam hati.
Mencintai Allah dan Baginda Rosul,
dengan mengingat dan menyebut namaNYa tidak cukup ketika shalat saja. Pendek
kata setiap tarikan nafas dan detak jantung, Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad
harus selalu hadir dalam hati. Itu bisa didapat dengan terus berdzikir kepada
Allah dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Berdzikir dengan mengucapkan
kalimah-kalimah toyibah dan bersholawat kepada nabi Muhammad bisa dilatih
sedikit demi sedikit. Perlu juga disempatkan untuk mempelajari fadilah2 bacaan
itu agar kita lebih termotivasi melakukannya. Melatih diri dengan
berdzikir dan bersholawat dengan target jumlah tertentu sangat membantu. Pasang target tambah lama tambah banyak jumlah bilangannya. Berdasar pengalaman, membiasakan diri menggunakan tasbih sangat menyenangkan.
berdzikir dan bersholawat dengan target jumlah tertentu sangat membantu. Pasang target tambah lama tambah banyak jumlah bilangannya. Berdasar pengalaman, membiasakan diri menggunakan tasbih sangat menyenangkan.
Jika anda istiqomah membaca dzikir
dan bersholawat, semakin hari semakin otomatis hati anda akan tertambat kepada
Allah dan RosulNya. Semua fadilah dzikir dan sholawat satu persatu akan anda
rasakan kebenarannya bersama berjalannya waktu. Keselamatan, kelapangan, jalan
keluar dari masalah, ketenangan hati dan hal-hal baik lainnya menjadi sesuatu
yang menakjubkan.
Ustad Yusuf Mansyur pernah
menceritakan betapa kecintaan putri sulungnya kepada Nabi Muhammad telah
membuatnya setiap hari bersholawat 1.000 kali setiap pagi setelah shalat dhuha.
Dan apa yang terjadi? Sudah 2 kali Nabi Muhammad hadir dalam mimpinya. Seperti
kita percayai bahwa ketika seseorang bermimpi bertemu dengan Rosulullah, maka
sesungguhnya dia telah benar-benar bertemu dengan Baginda. Dan kalau sudah
pernah bertemu dengan beliau ketika hidup di dunia ini, tidakkah besar
kemungkinannya akan mendapat syafaat dan bertemu dengan beliau di akherat
nanti?
Sangat terasa sekali perbedaan hidup
dengan sering berdzikir dan sholawat dengan jarang melakukannya. Semoga saja
Allah membimbing saya dan anda untuk bisa istiqomah melakukannya hingga ajal
menjemput. Mari bersama berusaha meraih cinta Allah melalui dzikir dan sholawat.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.

No comments:
Post a Comment