Monday, May 30, 2016

Spiritual Journey - Bilik Hati



Hati manusia itu ibarat sebuah ruangan yang dikelilingi kaca. Setiap dosa yang kita lakukan seperti melapisi kaca ruang tersebut dengan lapisan penutup. Semakin besar dan berat kadar dosa, semakin tebal lapisan penutup tersebut. Semakin lama kita melakukannya, semakin berkerak dan sulit untuk membersihkannya. Kalau sudah demikian, ruangan tersebut menjadi gelap, sinar matahari tak mampu menembus dan siapapun yang berada didalamnya akan merasa sesak, tidak bisa menikmati keindahan di luar ruangan dan tidak bahagia.


Jika hati sudah sedemikian pekat tertutup, sebagian tandanya kita merasa berat untuk beribadah. Keinginan menghindar ketika ada seseorang mengajak kepada kebaikan atau mengingatkan akan kesalahan kita. 


Membersihkan kaca yang sudah tertutup lapisan tebal berkerak perlu effort khusus. Sangat melelahkan dan bisa makan waktu lama. Jika hati kita sudah demikian pekat, upaya pembersihan pertama adalah dengan taubat. Kemudian baru kita bisa mengkilapkannya dengan banyak istighfar, banyak beribadah serta melakukan amal kebajikan. 


Jika hati kita sudah bersih cemerlang, nur Illahi mudah sekali masuk ke dalam. Lebih ringan bagi kita untuk memeliharanya. 


Okey, mari kita introspeksi diri masing-masing, bagaimana bilik hati kita saat ini? Apakah kita tidak senang dengan seruan kebaikan dan enggan beribadah? Kenali tanda-tandanya. Mari bersihkan hati.



Banyuwangi, 17 Maret 2014 05:48

No comments:

Post a Comment