Hati manusia itu ibarat sebuah
ruangan yang dikelilingi kaca. Setiap dosa yang kita lakukan seperti melapisi
kaca ruang tersebut dengan lapisan penutup. Semakin besar dan berat kadar dosa,
semakin tebal lapisan penutup tersebut. Semakin lama kita melakukannya, semakin
berkerak dan sulit untuk membersihkannya. Kalau sudah demikian, ruangan
tersebut menjadi gelap, sinar matahari tak mampu menembus dan siapapun yang
berada didalamnya akan merasa sesak, tidak bisa menikmati keindahan di luar ruangan
dan tidak bahagia.
Jika hati sudah sedemikian pekat
tertutup, sebagian tandanya kita merasa berat untuk beribadah. Keinginan
menghindar ketika ada seseorang mengajak kepada kebaikan atau mengingatkan akan
kesalahan kita.
Membersihkan kaca yang sudah tertutup
lapisan tebal berkerak perlu effort khusus. Sangat melelahkan dan bisa makan
waktu lama. Jika hati kita sudah demikian pekat, upaya pembersihan pertama
adalah dengan taubat. Kemudian baru kita bisa mengkilapkannya dengan banyak
istighfar, banyak beribadah serta melakukan amal kebajikan.
Jika hati kita sudah bersih
cemerlang, nur Illahi mudah sekali masuk ke dalam. Lebih ringan bagi kita untuk
memeliharanya.
Okey, mari kita introspeksi diri
masing-masing, bagaimana bilik hati kita saat ini? Apakah kita tidak senang
dengan seruan kebaikan dan enggan beribadah? Kenali tanda-tandanya. Mari
bersihkan hati.
Banyuwangi, 17 Maret 2014 05:48

No comments:
Post a Comment