Ketika kepada beberapa orang diajukan pertanyaan : “Siapa yang bekerja lebih keras diantara beberapa 'professional' berikut : tukang becak, kuli bangunan, tentara atau pegawai bank?” Tentu akan muncul berbagai jawaban berbeda lengkap dengan alasan masing-masing.
Bisa jadi, semua orang adalah pekerja keras di bidangnya. Kita pun demikian. Coba anda berhitung, berapa jam anda mampu bekerja dalam sehari? Secara umum rata-rata orang bekerja 8-10 jam sehari.Tapi betulkah demikian?
Saya juga pernah mengalami fase kehidupan yang mengandalkan ketahanan fisik untuk menghasilkan uang. Namun suatu saat saya menemukan cara pandang baru terhadap masalah ekonomi (baca mencari rejeki). Saya mendengar cerita tentang seorang Kiai di Situbondo – Jawa Timur yang mengasuh ribuan santri dan mampu memberikan mereka makan tanpa memungut bayaran dari mereka. Hal ini tentu membuat semua orang terheran-heran. Bahkan konon seorang menteri pernah bertanya langsung kepada beliau tentang dari mana semua dana itu beliau dapatkan. Beliau menjawab bahwa beliau tinggal ‘mengambil’ saja beras dari “Gudang Allah” yang tak pernah kosong walaupun di musim paceklik. Begitu juga untuk memenuhi kebutuhan yang lain, beliau tidak mengandalkan kekuatan fisik semata untuk memenuhi semua kebutuhan.
Dari situ jawaban ‘bekerja keras yang sesungguhnya’ saya temukan. Yang dilakukan oleh sang Kiai di malam-malam yang panjang dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah telah dijawab oleh Allah dengan menggelontorkan rejeki dalam jumlah yang tidak terkira. Ya, shalat malam adalah pekerjaan terberat yang sesungguhnya. Bagaimana tidak, untuk bekerja keras mencari uang di siang hari selama berjam-jam kita mampu setiap hari melakukannya. Tapi shalat malam? Seperempat jam saja kita belum tentu setiap hari mampu melakukannya.
Saya sangat percaya bahwa orang yang istiqomah menjalankan shalat malam adalah pekerja keras yang sesungguhnya. Dan kepada orang yang bekerja keras tentu sudah disiapkan olehNya balasan, reward, yang luar biasa baik di dunia maupun di akherat. Ingat bahwa dalam sepertiga malam yang terakhir ada saat terbaik untuk anda memanjatkan doa kepada Allah. Allah menggaransi 100% akan mengabulkan doa anda. Minta apa saja terserah.
Gaji, rumah, kendaraan, pasangan hidup, anak keturunan atau apapun itu bahkan surgaNya. Lalu mengapa kita malas dan tidak mau bekerja keras (dengan menjalankan shalat malam)?
Banyuwangi, 8 April 2012

No comments:
Post a Comment