Sewaktu
duduk di bangku SMA, saya sangat menyukai mata pelajaran bahasa Jerman. Daya
tarik terbesar mata pelajaran ini adalah karena pengajarnya Bu Eni adalah guru
paling cantik diantara 4 guru cantik di sekolah. Saya mengapresiasikan rasa
'suka' saya dengan belajar pol-polan, melebihi standar umum cara belajar
teman-teman. Membeli kamus bahasa Jerman yang jarang dimiliki siswa saat itu. Saya juga mempelajari Bahasa Inggris dengan baik karena itu juga cara mudah untuk menguasainya, karena
bahasa Jerman banyak kemiripan dalam kosa kata dengan bahasa Inggris. Saya
sangat menguasai bahasa Jerman saat itu, hingga sejak semester 2 hingga
semester 6 saya mendapat nilai terbaik, dan memegang rekor nilai 10 pertama di
ijazah untuk mata pelajaran bahasa Jerman.
Kiat
yang semacam itu juga bisa kita lakukan dalam beribadah. Mendasari semua ibadah
yang dilakukan dengan rasa cinta akan menumbuhkan keikhlasan. Melakukan ibadah
dengan pol-polan, melewati standar kewajiban standar, pada hakikatnya adalah
dengan melakukan ibadah sunnah yang akan membentuk rasa cinta kita, yang sangat
mudah 'dibaca' oleh Allah.
Seluruh
kewajiban dalam Rukun Islam bisa kita lampaui standar kewajiban minimalnya agar
sampai pada batasan cinta saat melakukannya. Mulai membaca syahadat, menunaikan
shalat, megeluarkan zakat, berpuasa dan melaksanakan ibadah haji bagi yang
mampu. Dengan terbatasnya ruang tulisan akan diberikan contoh sebagian saja.
Contoh
pertama shalat. Anda harus mulai dengan memenuhi yang standar, shalat 5 waktu.
Jika masih sering bolong, mulai hari ini berjanjilah kepada diri sendiri untuk
selalu memenuhinya. Tahapan berikutnya sebisa mungkin lakukan secara berjamaah
di masjid (khususnya bagi pria). Berikutnya sempurnakan dengan shalat-shalat sunnah.
Selain shalat sunnah rawatib, shalat tahajud dan shalat dhuha hendaknya diberi
perhatian lebih. Karena keutamaan shalat tahajud dan shalat dhuha, anda bisa
memulainya secara bertahap mulai dari 2 rakaat. Yang penting istiqomah dulu.
Selanjutnya pasti akan mudah untuk menambah karena anda pasti akan merasa
ketagihan.
Contoh
kedua zakat. Bisa dimulai dengan mengeluarkan sejumlah yang wajib seperti yang
sudah anda ketahui. Jangan sampai anda tidak mengeluarkannya. Bahaya. Kalaupun
tidak bisa disebut bahaya, anda pasti akan selalu merasa kurang, atau sesekali
Allah akan mengambilnya dengan cara yang tidak menyenangkan bagi anda. Jadi
mulai saat ini harus anda keluarkan hak mereka yang membutuhkan. Selanjutnya
dorong diri anda untuk bersedekah dengan segala hal terbaik yang anda punya,
sedikit demi sedikit. Semakin banyak anda keluarkan, semakin banyak akan
kembali kepada anda. Prinsip ini betul terjadi tetapi sedikit dari kita yang
mau percaya dan melakukannya.
Jika
anda sudah melakukan ibadah kepada Allah sampai tahapan anda cinta dan dengan
senang hati melakukannya, apa iya Allah tidak sayang kepada anda?
Banyuwangi,
Sabtu sore 23 Februari 2013. 17.43.

No comments:
Post a Comment