Sunday, May 29, 2016

Spiritual Journey - Bu Eni



Sewaktu duduk di bangku SMA, saya sangat menyukai mata pelajaran bahasa Jerman. Daya tarik terbesar mata pelajaran ini adalah karena pengajarnya Bu Eni adalah guru paling cantik diantara 4 guru cantik di sekolah. Saya mengapresiasikan rasa 'suka' saya dengan belajar pol-polan, melebihi standar umum cara belajar teman-teman. Membeli kamus bahasa Jerman yang jarang dimiliki siswa saat itu. Saya juga mempelajari Bahasa Inggris dengan baik karena itu juga cara mudah untuk menguasainya, karena bahasa Jerman banyak kemiripan dalam kosa kata dengan bahasa Inggris. Saya sangat menguasai bahasa Jerman saat itu, hingga sejak semester 2 hingga semester 6 saya mendapat nilai terbaik, dan memegang rekor nilai 10 pertama di ijazah untuk mata pelajaran bahasa Jerman.


Kiat yang semacam itu juga bisa kita lakukan dalam beribadah. Mendasari semua ibadah yang dilakukan dengan rasa cinta akan menumbuhkan keikhlasan. Melakukan ibadah dengan pol-polan, melewati standar kewajiban standar, pada hakikatnya adalah dengan melakukan ibadah sunnah yang akan membentuk rasa cinta kita, yang sangat mudah 'dibaca' oleh Allah. 


Seluruh kewajiban dalam Rukun Islam bisa kita lampaui standar kewajiban minimalnya agar sampai pada batasan cinta saat melakukannya. Mulai membaca syahadat, menunaikan shalat, megeluarkan zakat, berpuasa dan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu. Dengan terbatasnya ruang tulisan akan diberikan contoh sebagian saja.


Contoh pertama shalat. Anda harus mulai dengan memenuhi yang standar, shalat 5 waktu. Jika masih sering bolong, mulai hari ini berjanjilah kepada diri sendiri untuk selalu memenuhinya. Tahapan berikutnya sebisa mungkin lakukan secara berjamaah di masjid (khususnya bagi pria). Berikutnya sempurnakan dengan shalat-shalat sunnah. Selain shalat sunnah rawatib, shalat tahajud dan shalat dhuha hendaknya diberi perhatian lebih. Karena keutamaan shalat tahajud dan shalat dhuha, anda bisa memulainya secara bertahap mulai dari 2 rakaat. Yang penting istiqomah dulu. Selanjutnya pasti akan mudah untuk menambah karena anda pasti akan merasa ketagihan.


Contoh kedua zakat. Bisa dimulai dengan mengeluarkan sejumlah yang wajib seperti yang sudah anda ketahui. Jangan sampai anda tidak mengeluarkannya. Bahaya. Kalaupun tidak bisa disebut bahaya, anda pasti akan selalu merasa kurang, atau sesekali Allah akan mengambilnya dengan cara yang tidak menyenangkan bagi anda. Jadi mulai saat ini harus anda keluarkan hak mereka yang membutuhkan. Selanjutnya dorong diri anda untuk bersedekah dengan segala hal terbaik yang anda punya, sedikit demi sedikit. Semakin banyak anda keluarkan, semakin banyak akan kembali kepada anda. Prinsip ini betul terjadi tetapi sedikit dari kita yang mau percaya dan melakukannya.


Jika anda sudah melakukan ibadah kepada Allah sampai tahapan anda cinta dan dengan senang hati melakukannya, apa iya Allah tidak sayang kepada anda? 


Banyuwangi, Sabtu sore 23 Februari 2013. 17.43.

No comments:

Post a Comment