Teringat
kebiasaan di masa jahiliyah ketika duduk di bangku SMP kelas 3, saya bersama
gang selalu beradu panjang kertas contekan sebelum ulangan di mulai. Kebiasaan
itu sama sekali saya tinggalkan ketika saya duduk di bangku SMA. Tapi semasa
kuliah, kumat lagi kebiasaan itu. Jika pembuatan kertas contekannya tidak
dilakukan sendiri-sendiri, ya sesekali dilakukan secara berjamaah di kost-an
salah seorang teman di daerah Ketawang Gede atau Sumbersari - Malang. Meski saya
yakin pacar saya yang orang Belanda tidak
pernah tahu apa yang saya lakukan saat itu, saat ini baru terfikir oleh saya
kalau Allah Maha Tahu apa yang saya lakukan waktu itu.
Untuk
menebus dosa di masa lalu, saya melakukan hal yang sama (membuat kertas
contekan) tapi kali ini untuk tujuan kebaikan, untuk menambah hafalan ayat-ayat
pendek dalam shalat. Satu surah terindah menurut saya adalah surat Al A'la.
Surah ini selalu dibaca dengan syahdu oleh
imam shalat Ied di masjid Jami' Jombang tahun 80-an dulu. Biasanya
diikuti surah Adh- Dhuha di rakaat kedua.
Saya
pun membuat contekan dan saya print kecil agar mudah saya bawa-bawa. Saya sudah
bertekad bulat saya harus bisa menghafal surah ini. Biasanya sambil berjalan ke
kantor, saya mengeluarkan kertas contekan ini untuk berlatih menghafal. Yang saya
heran kenapa sampai 2 minggu saya belum juga mampu menghafal. Sepertinya ada
yang salah dengan saya. Saya berfikir mungkin saya kurang serius melakukannya.
Perasaan ketika seorang imam membaca surah ini kok saya mudah mengikuti,
giliran menghafal sendiri kok sulit ?
Saya
kemudian mencoba cara lain. Saya mempersiapkan ketikan surah tersebut dalam
ukuran kertas folio yang saya akan tempelkan di kamar tempat saya biasa shalat
di rumah. Ya Allah ya Rob, akhirnya tahulah saya di mana kesalahan saya.
Rupanya ketikan kecil surah Al A'la yang
biasa saya bawa sambil berjalan ke kantor ada yang kurang. Ayat kelima
'Faja'alahuu ghutsaa'an ahwaa' terlewat tidak terketik. Maha Benar Allah dengan
segala firmanNya. Dia tidak mengijinkan saya terlewat menghafal ayat kelima
tersebut. Itulah kenapa selama 2 minggu saya tidak juga berhasil untuk menghafalnya.
Benar
juga, tempelan kertas contekan surah Al A'la yang lengkap di dinding kamar
persis di depan sajadah bisa membantu. Setelah saya coba menghafal semalam,
pagi ini saya lulus test menghafal surah Al A'la. Langkah selanjutnya adalah
meningkatkan 'keberanian' guna membaca surah ini saat menjadi imam shalat.
Barangkali baru minggu depan saya berani membawakannya, setelah yakin benar
saya hafal di luar kepala. Tapi semangat saya besar, saya harus bisa
melakukannya. Selain karena saya ingin berbuat baik dengan menambah hafalan
surah, saya juga tak ingin mendengar lagi ledekan "Qul hu ae lek"
dari orang-orang terdekat saya.
Ya
Allah ampuni semua kesalahanku, tutupi semua kekuranganku.
Banyuwangi,
22 Maret 2013. 06.10

No comments:
Post a Comment