Friday, May 27, 2016

Spiritual Journey - Dasar Setan Belang



Saya kenal beberapa orang mempunyai sifat gampang atau suka marah. Pasti orang yang gampang marah tidak tahu bahwa disamping itu karena sifat bawaan dari dalam dirinya juga karena tipu daya setan yang senang dengan orang yang lupa diri. Orang yang suka marah terkadang karena saking hebatnya sampai tidak sadar apa yang dilakukannya, dan baru menyesal setelah sebuah kejadian fatal terjadi.


Yang lebih aneh lagi bagi saya adalah kegiatan marah-marah, pertengkaran yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. Saya pernah mendapati satu pasangan suami istri yang menurut saya pasangan aneh. Bagaimana tidak aneh, karena mereka tidak bertengkar bukan hanya sehari atau sehari semalam, bukan juga beberapa hari atau seminggu, tapi pertengkaran mereka hampir selama 13 tahun. 


Aneh bagi saya karena pertama, bagaimana dia mengenal pasangannya sebelum menikah. Apa yang dia ketahui tentang pasangannya, apakah demikian pandainya si calon pasangan menyembunyikan sifat buruknya. Atau justru dia yang memakai kaca mata kuda, tidak mau tahu kekurangan calon pasangannya? Kedua, aneh juga bagi saya karena ada manusia yang suka menghabiskan energi untuk sesuatu yang tidak bermanfaat tapi justru melakukan keburukan (dengan marah-marah).


Anda tahu apa yang terjadi berikutnya? Pasangan suami istri yang kehidupan rumah tangganya penuh dengan pertengkaran selama hampir 13 tahun tersebut akhirnya bercerai. Lha yo ola opo tukaran 13 tahun kalau akhirnya bercerai. Dan audzubillah, anak-anak mereka tumbuh menjadi anak-anak yang nakal, banyak durhaka kepada orang tuanya. Sesuatu yang seharusnya kita tidak kaget jika itu semua terjadi.


Kegiatan berpuasa dan banyak beristighfar bisa melatih diri untuk terbiasa menahan diri, menjadi sabar, tidak mudah terpedaya oleh setan. Tapi jangan lupa, karena setan itu jumlahnya banyak dan spesialisasinya bermacam-macam, mereka akan tetap berusaha menjatuhkan anda dalam kemaksiatan kepada Allah. Kalau setan tidak berhasil membuat anda marah, mereka akan membuat merasa anda begitu senang, tertawa berlebihan, sehingga andapun juga menjadi lupa dari mengingat Allah atau terjerumus dalam maksiat kesenangan. Berhati-hatilah menjalani kehidupan, setiap detik demikian berharga, jangan sampai anda salah melewatkannya.


Mohon maaf lahir batin.



Banyuwangi, 01 Mei 2013 05.34 


No comments:

Post a Comment