Saya
kenal beberapa orang mempunyai sifat gampang atau suka marah. Pasti orang yang
gampang marah tidak tahu bahwa disamping itu karena sifat bawaan dari dalam
dirinya juga karena tipu daya setan yang senang dengan orang yang lupa diri.
Orang yang suka marah terkadang karena saking hebatnya sampai tidak sadar apa yang
dilakukannya, dan baru menyesal setelah sebuah kejadian fatal terjadi.
Yang
lebih aneh lagi bagi saya adalah kegiatan marah-marah, pertengkaran yang
terjadi dalam sebuah rumah tangga. Saya pernah mendapati satu pasangan suami
istri yang menurut saya pasangan aneh. Bagaimana tidak aneh, karena mereka
tidak bertengkar bukan hanya sehari atau sehari semalam, bukan juga beberapa
hari atau seminggu, tapi pertengkaran mereka hampir selama 13 tahun.
Aneh
bagi saya karena pertama, bagaimana dia mengenal pasangannya sebelum menikah.
Apa yang dia ketahui tentang pasangannya, apakah demikian pandainya si calon
pasangan menyembunyikan sifat buruknya. Atau justru dia yang memakai kaca mata
kuda, tidak mau tahu kekurangan calon pasangannya? Kedua, aneh juga bagi saya
karena ada manusia yang suka menghabiskan energi untuk sesuatu yang tidak
bermanfaat tapi justru melakukan keburukan (dengan marah-marah).
Anda
tahu apa yang terjadi berikutnya? Pasangan suami istri yang kehidupan rumah
tangganya penuh dengan pertengkaran selama hampir 13 tahun tersebut akhirnya
bercerai. Lha yo ola opo tukaran 13
tahun kalau akhirnya bercerai. Dan audzubillah, anak-anak mereka tumbuh menjadi
anak-anak yang nakal, banyak durhaka kepada orang tuanya. Sesuatu yang
seharusnya kita tidak kaget jika itu semua terjadi.
Kegiatan
berpuasa dan banyak beristighfar bisa melatih diri untuk terbiasa menahan diri,
menjadi sabar, tidak mudah terpedaya oleh setan. Tapi jangan lupa, karena setan
itu jumlahnya banyak dan spesialisasinya bermacam-macam, mereka akan tetap
berusaha menjatuhkan anda dalam kemaksiatan kepada Allah. Kalau setan tidak
berhasil membuat anda marah, mereka akan membuat merasa anda begitu senang,
tertawa berlebihan, sehingga andapun juga menjadi lupa dari mengingat Allah
atau terjerumus dalam maksiat kesenangan. Berhati-hatilah menjalani kehidupan,
setiap detik demikian berharga, jangan sampai anda salah melewatkannya.
Mohon
maaf lahir batin.
Banyuwangi,
01 Mei 2013 05.34

No comments:
Post a Comment