Rasanya
merinding dan ciut hati setiap mendengar seorang ustadz berkhotbah " Allah
tidak akan mengampuni dosa seorang hamba sebelum seseorang yang disakiti dengan
ikhlas memaafkan kesalahan orang tersebut". Anda mungkin juga sering
mendengar tentang hal tersebut.
Dosa dan
kesalahan saya kepada seorang teman dekat & sahabat sangat mengganggu
pikiran saya. Kegelisahan ini pernah saya sampaikan kepada beberapa orang
terdekat saya. Tetap saja tidak mempu mengurangi kegelisahan saya. Begitu
banyak dosa dan kesalahan telah saya lakukan kepadanya.
Pada suatu
kesempatan ketika saya bertemu seorang alim saya ceritakan : "Abah, saya
dulu pernah punya seorang teman. Di akhir pertemuan kami, saya merasa telah
melakukan kesalahan dan menyakiti hatinya. Mungkin sampai saat inipun perasaan
itu masih ada padanya. Saya ingin minta maaf padanya, tapi saya tidak tahu
dimana dia berada. Sudah saya mencoba mencari tahu, tapi saya tidak berhasil menemukannya. Ini sangat
menggelisahkan saya. Apa jadinya jika sampai mati kesalahan dan dosa saya
kepadanya tidak pernah dimaafkannya?" "Ya sudah, minta maaf sama
Tuhan saja. Kirim doa buat dia, semoga dia baik-baik saja" jawab beliau.
Jawaban itu
menenangkan saya. Tanpa disengaja beberapa saat kemudian Allah memberi
kesempatan kepada saya untuk 'melihatnya'.
Saya mendapati sepertinya dia memang baik-baik saja. Allhamdulillah.
Hari-hari
terus berlalu tanpa sepatah kata sapa. Tapi saya percaya suatu ketika
nanti Allah akan menggerakkan hatinya
dan berkata "Hai, apa kabar?" meski hanya lewat email...
Banyuwangi,
10 Februari 2013

No comments:
Post a Comment