Per hari ini (24/09/2013) jumlah antrian calon jamaah haji Indonesia sudah lebih dari 2,29
juta orang. Dengan kuota pemberangkatan jamaah haji yang setiap tahun sekitar
200 ribu-an orang, berarti pendaftar tahun 2013 ini baru akan berangkat sekitar
11 tahun yang akan datang. Lama? Itu relatif.
Beberapa orang yang saya kenal menjadi surut semangatnya untuk meniatkan haji. Beberapa yang lain lebih berfikir simple, “Umroh saja dulu, nanti keburu mati sebelum berangkat haji” kata mereka. Tentu masih mending berumroh dulu mumpung masih ada kesempatan dari pada tidak meniatkan haji maupun umroh sama sekali.
Dalam kehidupan di dunia ini Allah melihat proses, bukan semata-mata hasil. Sebagai manifestasi kesungguhan tunduk dan taat pada perintahNya lebih baik kita bersegera meniatkan ibadah haji ini. Jangan sampai anda under estimate dengan kemampuan ekonomi anda sendiri saat ini. Seperti tulisan saya terdahulu seharusnya anda ringan untuk mengeluarkan 40 juta guna membeli sekavling tanah di surga. Anda seharusnya malu kepada Allah jika anda bisa membeli rumah kedua seharga 350 juta tetapi anda merasa tidak mampu membayar biaya haji. Ingat ada ancaman keras terhadap orang-orang semacam ini.
Membaca tulisan tentang seorang tukang becak yang menabung selama 26 tahun dan akhirnya bisa pergi haji tahun ini menggugah hati ini untuk membuat tulisan ini.
Semakin cepat anda mendaftar semakin besar peluang anda berangkat ke tanah suci pada kondisi fisik yang lebih prima. Mengapa mengkhawatirkan usia, toh kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati.
Banyuwangi, 24 September 2013 17.20
Beberapa orang yang saya kenal menjadi surut semangatnya untuk meniatkan haji. Beberapa yang lain lebih berfikir simple, “Umroh saja dulu, nanti keburu mati sebelum berangkat haji” kata mereka. Tentu masih mending berumroh dulu mumpung masih ada kesempatan dari pada tidak meniatkan haji maupun umroh sama sekali.
Dalam kehidupan di dunia ini Allah melihat proses, bukan semata-mata hasil. Sebagai manifestasi kesungguhan tunduk dan taat pada perintahNya lebih baik kita bersegera meniatkan ibadah haji ini. Jangan sampai anda under estimate dengan kemampuan ekonomi anda sendiri saat ini. Seperti tulisan saya terdahulu seharusnya anda ringan untuk mengeluarkan 40 juta guna membeli sekavling tanah di surga. Anda seharusnya malu kepada Allah jika anda bisa membeli rumah kedua seharga 350 juta tetapi anda merasa tidak mampu membayar biaya haji. Ingat ada ancaman keras terhadap orang-orang semacam ini.
Membaca tulisan tentang seorang tukang becak yang menabung selama 26 tahun dan akhirnya bisa pergi haji tahun ini menggugah hati ini untuk membuat tulisan ini.
Semakin cepat anda mendaftar semakin besar peluang anda berangkat ke tanah suci pada kondisi fisik yang lebih prima. Mengapa mengkhawatirkan usia, toh kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati.
Banyuwangi, 24 September 2013 17.20

No comments:
Post a Comment